Tuesday, April 11, 2017

Save KPK




kpk indonesia


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini terus mendapat serangan dari berbagai kalangan. Baik kalangan bandit berkedok intelektual ataupun bandit yang secara jelas berpenampilan ala preman jalanan. Hal ini tentu menjadi sebuah permsalahan yang besar bagi bangsa Indonesia, oleh karena itu harusnya pemerintah tidak tinggal diam.
 
Kasus utama yang menjadi sorotan KPK akhir-akhir ini salah satunya adalah mengungkap kebobrokan kasus mega proye E-KTP yang menyebabkan kerugian bangsa hingga triliunan rupiah. Dalam kasus E-KTP yang akan diungkap oleh KPK tentu akan menuai perlawanan dari pihak-pihak yang terlibat. Disebutkan bahwa didalam kasus korupsi berjamaah E-KTP melibatakan para pejabat-pejabat Negara, bahkan sempat disebutkan ada salah satu nama calon walikota DKI Jakarta.
Beberapa waktu yang lalu ancaman-ancaman dari pihak-pihak yang terlibat dalam kasus E-KTP telah di terima oleh KPK, bukti nyata dari ancaman itu salahsatunya adalah dengan tindakan kriminalitas yang dilakukan kepada penyidik KPK Novel Baswedan sehingga menyebabkan dirinya masuk rumah sakit.

Ironi melihat keadaan bangsa Indonesia, pasalnya kejahatan kejahatan sudah secara terang-terangan melawan kebajikan, namun tetap saja hukum hanya diam saja, seolah bangsa ini dalam keadaan yang aman-aman saja.

Pelemahan KPK secara berjamaah yang akan dilakukan dengan dalih revisi undang-undang tentang KPK oleh para anggota yang katanya membela kepentingan rakyat, namun pada dasarnya mereka membela kepentingan pribadi.

Pelemahan KPK dengan revisi UU KPK harus dihentikan, beberapa kalangan secara tegas menolak adanya Revisi UU KPK. Salah satunya adalah Daniel Azhar Simajuntak sebagai Ketua Pusat Pimpinan Pemuda Muhammadiyah yang siap digarda terdepan untuk mengawal KPK agar tetap memberantas korupsi di Negara Indonesia tercinta.
Reactions:

0 comments: